Dua Puluh
Sekarang ia mengerti mengapa dahulu, 3 tahun lalu, orang-orang selalu menyuruhnya mensyukuri usia mudanya. “Kamu masih SMA, jangan serius-serius. Senang-senanglah dahulu!”, “Tak apa mengejar cita-cita, tapi dinikmati seperti anak muda seumurmu!”. Tapi ia selalu mengelak. Baginya anak SMA harus serius, harus ikut memikirkan banyak hal. Kita tak boleh hanya bersenang-senang untuk diri sendiri. Kini ia tahu, ia salah. Kelak jika ia memiliki anak, ia akan memperingati anaknya berulang kali bahwa dunia orang dewasa sangat mengerikan. Maka nikmatilah dunia-sebelum-usia-duapuluh-mu. Jangan sekali-kali berpikir untuk menjadi dewasa sebelum waktunya. Nikmatilah usiamu yang masih belasan itu, dan berbahagialah kamu yang belum menginjak usia dua puluh tahun.
